Alasan Telur Ayam Berbeda Warnanya

Telur adalah salah satu bahan makanan hewani yang dikonsumsi selain daging, ikan dan susu. Umumnya telur yang dikonsumsi berasal dari jenis-jenis burung, seperti ayam, bebek, dan angsa, akan tetapi telur-telur yang lebih kecil seperti telur ikan kadang juga digunakan sebagai campuran dalam hidangan (kaviar). Selain itu dikonsumsi pula juga telur yang berukuran besar seperti telur burung unta (Kasuari) ataupun sedang, misalnya telur penyu.

Telur ayam: Salah satu hasil peternak ayam yang biasa dikonsumsi masyarakat Indonesia selain daging ayam adalah telur ayam. Telur ayam mengandung banyak protein menjadi primadona untuk dijadikan lauk pauk untuk sehari-hari. Setiap orang tahu bagaimana bentuk dari telur ayam, pada umunya berbentuk bulat namun ada yang sedikit berbeda.

Kandungan omega 3 pada telur ayam dapat ditingkatkan melalui pemberian pakan bersuplemen kaya omega-3 yang peningkatannya dapat mencapai enam hingga sepuluh kali lipat dibanding tanpa suplementasi. Adanya peningkatan komponen lemak yang dalam telur tidak mempengaruhi kualitas telur yang dihasilkan.

Warna Cangkang/Kulit Telur

Warna kulit telur yang berbeda-beda dipengaruhi oleh pigmen yang terkandung dalam kulit telur. Pada waktu di uterus merupakan proses yang paling lama, yaitu selama 20 jam. Di bagian ini kuning telur dan putih telur diselimuti dengan kulit telur (disebut pula dengan kerabang atau cangkang) dan pada bagian ini kerabang dilapisi lagi dengan selaput halus untuk melindungi pori–pori telur.

Waktu yang demikian lama menunjukan bahwa peranan kerabang itu sangat penting dan sulit pembentukannya, dan kerabang ini yang berperan sebagai benteng utama isi telur.

Selama ada di uterus ini juga ditambahkan pigmen pada kerabang yang memberikan warna kulit telur. Pigmen telur ini berasal dari pigmen darah hemoglobin. Untuk itu ada dua pigmen utama yang paling berperan, yaitu  porphyrins yang berasal dari hemoglobin yang responsif untuk menghasilkan warna kulit telur yang kecoklatan. Itu lah kenapa telur ayam petelur berwarna kecoklatan.

Kenapa Warna dan Rasa Telur Berbeda

Terkadang kita menemukan beberapa telur yang dilihat dari fisiknya memiliki warna yang berbeda-beda tiap telurnya. Seperti ada telur ayam yang berwarna coklat pekat, namun ada juga yang berwarna coklat kepudaran, terdapat bintik-bintik di permukaan telur, berwarna keputihan sampai warna telur yang berwarna kebiruan. Tidak hanya warna dari telur itu sendiri, tiap telur juga terkadang terdapat perbedaan rasa dan tekstur, mungkin rasa pada umumnya sama namun ada beberapa yang bisa dibedakan tiap telur soal rasa dan teksturnya.

Lalu sebenarnya hal apa yang mempengaruhi warna-warna telur ayam bisa berbeda-beda? Mengapa juga tiap telur memiliki rasa dan tekstur yang berbeda? Apakah factor lingkungan atau bisa juga factor dari ayam petelur itu sendiri? Berikut beberapa penjelasannya.

Kualitas dari rasa dan tekstur ayam yang berbeda-beda itu tergantung dari apa yang dikonsumsi oleh ayam dan juga bagaimana cara peternak menjaga lingkungan sekitar ayam seperti kandang. Lalu hal yang mempengaruhi warna-warna cangkang itu diturunkan oleh genetik yang dimiliki oleh indukan betinanya. Warna telur tergantung dari jenis ayam itu sendiri dan zat kimia yang dikeluarkan ayam saat mengeraminya. Cangkang-cangkang ayam pada umunya dibentuk dari zat yang sama namun yang berbeda adalah zat kimia yang melapisi dan terserap ke cangkang ayam.

Asal Terbuatnya Cangkang Telur

Telur terbentuk dari kalsium karbonat salah satu senyawa mineral dan warna cokelat pada pigmen telur karena protoporfirin IX, ini seperti kelompok hemoglobin dalam darah manusia. Hal yang membedakan hemogoblin manusia dengan warna cokelat pada cangkang telur adalah pada hamoglobin manusia mengandung zat besi yang mengakibatkan darah menjadi warna merah sedangkan cangkang telur tidak memili zat besi hal itu menyebabkan cangkang telur berwarna cokelat. Protoprofirin akan terendap di lapisan atas kalsium karbonat yang menyebabkan warna cangkang telur coklat namun akan berwarna putih di bagian dalam.

Jika telur ayam dengan cangkang putih dapat dihasilkan oleh ayam silky atau ayam kapas dan juga ayam petelur jenis leghorn yang berwarna putih. Jika kita menemukan cangkang ayam yang bewarna biru maka warna biru itu disebabkan oleh birilubin yang terserap oleh telur. Sebelumnya warna coklat dipengaruhi oleh protoprofin yang menyerupai cinci besar yang datar namun jika warna biru bukanlah berbentuk cincin melainkan molekul yang mengalami perubahan kimia, perubahan molekul ini akan menghasilkan warna cangkang yang berbeda.

Pada telur yang memiliki warna cangkang putih, cangkang tersebut memang terbuat dari kalsium karbonat namun tidak memiliki pigmen. Sedangkan cngkang biru, ayam memiliki pigmen oosianin yang telah meresap ke cangkang. Adapun telur yang berwarna hijau, telur itu berasal dari perkawinan silang antara ayam bertelur biru dan bertelur coklat dan terakhir cangkang yang terdapat bintik-bintik itu menandakan proses pigmentasi yang belum merata.

Beberapa faktor yang mempengaruhi pewarnaan kulit telur yaitu :

  1. Kandungan kalsium dalam ransum

Kadar kalsium dalam ransum harus sesuai dengan kebutuhan ayam, jika kadar kalsium rendah atau tidak cukup maka sekresi phorpyrin saat pengecatan kerabang telur akan berkurang akibatnya warna kulit telur menjadi lebih putih.

  1. Heat stress

Ketika suhu lingkungan menjadi panas, konsumsi ransum menurun dan kecukupan energi menjadi faktor pembatas utama bagi ayam petelur. Ketidakcukupan konsumsi ransum menyebabkan asupan asam amino, kalsium, fosfor, vitamin D dan nutrien-nutrien lainnya berkurang sehingga menyebabkan produksi telur terhambat dan mempengaruhi kualitas telur.

  1. Pemakaian obat dengan dosis berlebihan

Pemakaian obat dari golongan sulfonamide dan koksidiostat yang mengandung nicarbazin dengan dosis melebihi aturan pakai pada ayam masa produksi, dapat berpengaruh terhadap pewarnaan kulit telur.

  1. Infeksi penyakit seperti IB, ND, EDS atau AI

Adanya infeksi penyakit tersebut dapat menyebabkan kualitas telur menurun.

Catatan situs:

  • Mohon dukungannya dengan share dan web bookmark (kode: ctrl + d) website kami .
  • Jangan lupa untuk like halaman facebook kami fb.com/analisis.id.
  • Jika ada gambar, link, dan ataupun file rusak silakan kirim pesan pada kolom komentar, kami akan segera membalasnya.
  • Sekilas tentang kami.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of