Aluminium – Aluminum (13-Al) – Tabel Periodik – Unsur Kimia

Aluminium – Aluminum (13Al)

Nama IndonesiaAluminium
Nama Inggris / Nama lainAluminum
Lambang AtomAl
Nomor Atom13
PenemuHans C. Oersted
Tahun Penemu1825
Negara PenemuDenmark
Massa Atom Relatif26,98154
Bilangan Oksidasi3
Konfigurasi Elektron[Ne]3s22p1
Titik Didih2.740 K
Titik Lebur933,5 K
Massa Jenis2,70 g/cm3
Struktur Kristalfcc
Elektronegativitas1,61
Radius Atom1,43 Aº
Volume Atom10,0 cm3/mol
Radius Kovalensi1,18 Aº
Entalpi Penguapan290,8 kJ/mol
Entalpi Pembentukan10,7 kJ/mol
Konduktivitas Listrik37,7 x 106 ohm-1 cm-1
Konduktivitas Panas237 Wm-1K-1
Potensial Inonisasi5,986 V
Kapasitas Panas0,90 Jg-1K-1
WarnaPerak
Periode3
GolonganIIIA
Nama GolonganBoron
WujudPadat
Jenis UnsurLogam
Asal UnsurUnsur alam
ManfaatBahan bangunan, bahan kemasan, alat angkutan, peralatan dapur, dan sebagainya

Aluminium – Aluminum (13Al)

Aluminium merupakan unsur kimia dengan lambang aluminium adalah Al, dan nomor atomnya 13. Aluminium ialah logam paling berlimpah. Aluminium bukan merupakan jenis logam berat, tetapi merupakan elemen yang berjumlah sekitar 8% dari permukaan bumi dan paling berlimpah ketiga. Aluminium terdapat dalam penggunaan aditif makanan, antasida, buffered aspirin, astringents, semprotan hidung, antiperspirant, air minum, knalpot mobil, asap tembakau, penggunaan aluminium foil, peralatan masak, kaleng, keramik, dan kembang api.

Aluminium merupakan konduktor listrik yang baik. Ringan dan kuat. Merupakan konduktor yang baik juga buat panas. Dapat ditempa menjadi lembaran, ditarik menjadi kawat dan diekstrusi menjadi batangan dengan bermacam-macam penampang. Tahan korosi.

Aluminium-4.jpg
Aluminum Spectra.jpg

Garis spektrum dari aluminium

Sifat Mekanik

Sifat teknik bahan aluminium murni dan aluminium paduan dipengaruhi oleh konsentrasi bahan dan perlakuan yang diberikan terhadap bahan tersebut. Aluminium terkenal sebagai bahan yang tahan terhadap korosi. Hal ini disebabkan oleh fenomena pasivasi, yaitu proses pembentukan lapisan aluminium oksida di permukaan logam aluminium segera setelah logam terpapar oleh udara bebas. Lapisan aluminium oksida ini mencegah terjadinya oksidasi lebih jauh. Namun, pasivasi dapat terjadi lebih lambat jika dipadukan dengan logam yang bersifat lebih katodik, karena dapat mencegah oksidasi aluminium.

Sifat Mekanik (Kekuatan tensil)

Kekuatan tensil adalah besar tegangan yang didapatkan ketika dilakukan pengujian tensil. Kekuatan tensil ditunjukkan oleh nilai tertinggi dari tegangan pada kurva tegangan-regangan hasil pengujian, dan biasanya terjadi ketika terjadinya necking. Kekuatan tensil bukanlah ukuran kekuatan yang sebenarnya dapat terjadi di lapangan, tetapi dapat dijadikan sebagai suatu acuan terhadap kekuatan bahan.

Kekuatan tensil pada aluminium murni pada berbagai perlakuan umumnya sangat rendah, yaitu sekitar 90 MPa, sehingga untuk penggunaan yang memerlukan kekuatan tensil yang tinggi, aluminium perlu dipadukan. Dengan dipadukan dengan logam lain, ditambah dengan berbagai perlakuan termal, aluminium paduan akan memiliki kekuatan tensil hingga 580 MPa (paduan 7075).

Sifat Mekanik (Kekerasan)

Kekerasan gabungan dari berbagai sifat yang terdapat dalam suatu bahan yang mencegah terjadinya suatu deformasi terhadap bahan tersebut ketika diaplikasikan suatu gaya. Kekerasan suatu bahan dipengaruhi oleh elastisitas, plastisitas, viskoelastisitas, kekuatan tensil, ductility, dan sebagainya. Kekerasan dapat diuji dan diukur dengan berbagai metode. Yang paling umum adalah metode Brinnel, Vickers, Mohs, dan Rockwell.

Kekerasan bahan aluminium murni sangatlah kecil, yaitu sekitar 65 skala Brinnel, sehingga dengan sedikit gaya saja dapat mengubah bentuk logam. Untuk kebutuhan aplikasi yang membutuhkan kekerasan, aluminium perlu dipadukan dengan logam lain dan/atau diberi perlakuan termal atau fisik. Aluminium dengan 4,4% Cu dan diperlakukan quenching, lalu disimpan pada temperatur tinggi dapat memiliki tingkat kekerasan Brinnel sebesar 135.

Sifat Mekanik (Ductility)

Ductility didefinisikan sebagai sifat mekanis dari suatu bahan untuk menerangkan seberapa jauh bahan dapat diubah bentuknya secara plastis tanpa terjadinya retakan. Dalam suatu pengujian tensil, ductility ditunjukkan dengan bentuk neckingnya; material dengan ductility yang tinggi akan mengalami necking yang sangat sempit, sedangkan bahan yang memiliki ductility rendah, hampir tidak mengalami necking. Sedangkan dalam hasil pengujian tensil, ductility diukur dengan skala yang disebut elongasi. Elongasi adalah seberapa besar pertambahan panjang suatu bahan ketika dilakukan uji kekuatan tensil. Elongasi ditulis dalam persentase pertambahan panjang per panjang awal bahan yang diujikan.

Aluminium murni memiliki ductility yang tinggi. Aluminium paduan memiliki ductility yang bervariasi, tergantung konsentrasi paduannya, tetapi pada umumnya memiliki ductility yang lebih rendah daripada aluminium murni, karena ductility berbanding terbalik dengan kekuatan tensil, serta hampir semua aluminum paduan memiliki kekuatan tensil yang lebih tinggi daripada aluminium murni.

Sejarah Singkat

Analisis ornamen logam aneh yang ditemukan di makam Chou-Chu, seorang pemimpin militer di Cina abad ke-3, ternyata terbuat dari aluminium 85%. Bagaimana itu diproduksi tetap menjadi misteri. Pada akhir 1700-an, aluminium oksida diketahui mengandung logam, tetapi mengalahkan semua upaya untuk mengekstraknya. Humphry Davy telah menggunakan arus listrik untuk mengekstrak natrium dan kalium dari apa yang mereka sebut ‘tanah’ (oksida), tetapi metodenya tidak melepaskan aluminium dengan cara yang sama. Orang pertama yang memproduksinya adalah Hans Christian Oersted di Kopenhagen, Denmark, pada tahun 1825, dan ia melakukannya dengan memanaskan aluminium klorida dengan kalium. Meski begitu, sampelnya tidak murni. Itu jatuh ke ahli kimia Jerman Friedrich Wöhler untuk menyempurnakan metode pada tahun 1827, dan mendapatkan aluminium murni untuk pertama kalinya dengan menggunakan natrium, bukan kalium.

Tekanan uap

P (Pa)1101001 k10 k100 k
at T (K)148216321817205423642790

P = Suhu (Pascal) ; T = Suhu (Kelvin)

Isotop aluminium terstabil
Iso­topKelim­pahanWaktu paruh (t1/2)Moda peluruhanPro­duk
26Alsisa7.17×105thnβ+26Mg
ε26Mg
γ
27Al100%27Al stabil dengan 14 neutron

Penggunaan

Aluminium digunakan dalam berbagai macam produk termasuk kaleng, foil, peralatan dapur, bingkai jendela, tong bir dan bagian-bagian pesawat. Ini karena sifat khususnya. Ini memiliki kepadatan rendah, tidak beracun, memiliki konduktivitas termal yang tinggi, memiliki ketahanan korosi yang sangat baik dan dapat dengan mudah dilemparkan, dikerjakan dan dibentuk. Itu juga non-magnetik dan non-memicu. Ini adalah logam paling lunak kedua dan keenam paling ulet.

Ini sering digunakan sebagai paduan karena aluminium itu sendiri tidak terlalu kuat. Paduan dengan tembaga, mangan, magnesium dan silikon ringan tapi kuat. Mereka sangat penting dalam pembangunan pesawat terbang dan bentuk transportasi lainnya.

Aluminium adalah konduktor listrik yang baik dan sering digunakan dalam saluran transmisi listrik. Ini lebih murah daripada tembaga dan berat untuk konduktor hampir dua kali lebih baik.

Ketika diuapkan dalam ruang hampa, aluminium membentuk lapisan yang sangat reflektif untuk cahaya dan panas. Itu tidak memburuk, seperti lapisan perak. Lapisan aluminium ini memiliki banyak kegunaan, termasuk cermin teleskop, kertas dekoratif, paket dan mainan

Peran Biologi

Aluminium tidak memiliki peran biologis yang diketahui. Dalam bentuk +3 yang larut, itu beracun bagi tanaman. Tanah yang asam membentuk hampir setengah dari tanah yang subur di Bumi, dan keasamannya mempercepat pelepasan Al3 + dari mineralnya. Tanaman kemudian dapat menyerap Al3 + yang mengarah ke hasil yang lebih rendah.

Tubuh kita hanya menyerap sedikit aluminium yang kita ambil dengan makanan kita. Makanan dengan jumlah rata-rata aluminium di atas adalah teh, keju olahan, lentil dan kue bolu (di mana asalnya dari agen penggalang). Memasak dalam panci aluminium tidak banyak meningkatkan jumlahnya dalam diet kita, kecuali saat memasak makanan asam seperti rhubarb. Beberapa tablet gangguan pencernaan adalah aluminium hidroksida murni.

Aluminium dapat menumpuk di dalam tubuh, dan hubungan dengan penyakit Alzheimer (pikun) telah disarankan tetapi tidak terbukti.

Keterangan:

  • Massa atom relatif berdasarkan skala massa atom relatif karbon (Ar C=12)
  • Tanda “(  )” pada unsur – unsur radioaktif menunjukan nomor massa isotop unsur radioaktif yang mempunyai paruh waktu paling panjang
  • Massa jenis diukur pada suhu 300 K
  • Elektronegativitas ditulis berdasarkan aturan Pauling
Sumber / Daftar Pustaka / Referensi :

Harold D. Nathan. Pdh (2005). Cliff Quick Review: Kimia Dasar Cepat.  Jakarta: Pakar Raya
(Pada: Harris .D (2007). Ensiklopedi Unsur Unsur Kimia. Jakarta: Kawan Pustaka)

Pudjaatmaka A. Hadyana (2004). Kamus Kimia. Jakarta: Balai Pustaka
(Pada: Harris .D (2007). Ensiklopedi Unsur Unsur Kimia. Jakarta: Kawan Pustaka)

Chem-is-try.org
(Pada: Harris .D (2007). Ensiklopedi Unsur Unsur Kimia. Jakarta: Kawan Pustaka)

Iupac.org
(Pada: Harris .D (2007). Ensiklopedi Unsur Unsur Kimia. Jakarta: Kawan Pustaka)

Team RSC (2020, April). Periodic Table. Science Park. Cambridge: Royal Society of Chemistry. Access INA

Wikipedia.org
(Pada: Harris .D (2007). Ensiklopedi Unsur Unsur Kimia. Jakarta: Kawan Pustaka)

Wikipedia (2020, April). Unsur Kimia. Access INA

Catatan situs:

  • Mohon dukungannya dengan share dan web bookmark (kode: ctrl + d) website kami .
  • Jangan lupa untuk like halaman facebook kami fb.com/analisis.id.
  • Jika ada gambar, link, dan ataupun file rusak silakan kirim pesan pada kolom komentar, kami akan segera membalasnya.
  • Sekilas tentang kami.