Cara Kerja Aerosol

Aerosol merupakan istilah yang digunakan untuk sediaan semprotan kabut tipis dari sistem bertekanan tinggi. Sering disalah artikan pada semua jenis sediaan bertekanan, sebagian diantaranya melepaskan busa atau cairan setengah padat.

Pengertian menurut farmakope III, aerosol adalah sediaan yang mengandung satu atau lebih zat berkhasiat dalam wadah yang diberi tekanan, berisi propelan atau campuran propelan yang cukup untuk memancarkan isinya hingga habis, dapat digunakan untuk obat luar atau obat dalam dengan menggunakan propelan yang cukup.

Cara Kerja Aerosol

  • Apabila suatu gas yang dicairkan berada dalam wadah yang tertutup, maka sebagian dari gas itu akan menjadi uap dan sebagian lagi akan tetap cair. Dalam keadaan keseimbangan, fase uap naik dan fase cair turun.
  • Komponen zat aktif dari obat dilarutkan dalam fase cair dari gas itu.
  • Fase uap gas mampu memberikan tekanan di dinding dan permukaan fase cair.
  • Apabila pada fase cair dimasukkan tabung yang mana pangkalnya melekat di katup dan hanya ujungnya saja yang masuk ke dalam fase cair, maka karena adanya tekanan uap tersebut, fase cair akan naik melalui tabung ke lubang katup.
  • Apabila tombol pembuka (actuator) ditekan, katup terbuka, maka fase cair didorong keluar selama actuator ditekan.
  • Fase gas yang berkurang kembali terisi oleh fase cair yang menguap.
  • Fase cair yang keluar bersama dengan zat aktif, karena titik didih terlampaui, akan menguap di udara dan bisa menyebabkan terjadinya bentuk semprotan atau spray.

Keuntungan pemakaian aerosol

  • Beberapa keistimewaan aerosol farmasi yang dianggap menguntungkan lebih dari bentuk sediaan lain adalah sebagai berikut:
  • Sebagian obat dapat dengan mudah diambil dari wadah tanpa sisanya menjadi tercemar atau terpapar.
  • Berdasarkan pada wadah aerosol yang kedap udara, maka zat obat terlindung dari pengaruh yang tidak diinginkan akibat O2 dan kelembapan udara.
  • Pengobatan topikal dapat diberikan secara merata, melapisi kulit tanpa menyentuh daerah yang diobati.
  • Dengan formula yang tepat dan pengontrolan katup, bentuk fisik dan ukuran partikel produk yang dipancarkan dapat diatur yang mungkin mempunyai andil dalam efektivitas obat; contohnya, kabut halus yang terkendali dari aerosol inhalasi.
  • Penggunaan aerosol merupakan proses yang “bersih,” sedikit tidak memerlukan “pencucian” oleh pemakainya.
  • Mudah digunakan dan sedikit kontak dengan tangan
  • Bahaya kontaminasi tidak ada karena wadah kedap udara
  • Iritasi yang disebabkan oleh pemakaian topikal dapat dikurangi
  • Takaran yang dikehendaki dapat diatur
  • Bentuk semprotan dapat diatur

Catatan situs:

  • Mohon dukungannya dengan share dan web bookmark (kode: ctrl + d) website kami .
  • Jangan lupa untuk like halaman facebook kami fb.com/analisis.id.
  • Jika ada gambar, link, dan ataupun file rusak silakan kirim pesan pada kolom komentar, kami akan segera membalasnya.
  • Sekilas tentang kami.
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments