KANKER

Kanker adalah penyakit yang terjadi akibat pertumbuhan sel-sel abnormal yang tidak terkendali, menyebabkan jaringan tubuh normal rusak. Pada dasarnya, tubuh manusia terdiri dari triliunan sel yang tersebar di setiap organ dan bagian. Nantinya, sel-sel ini akan terus tumbuh dan berkembang menjadi sel baru. Karena sudah tergantikan, secara alami sel-sel yang tidak sehat, tidak berfungsi dan tua akan mati.

Sementara sel kanker tidak akan mati dengan sendirinya. Sel tersebut akan memperbanyak diri hingga jumlah yang sudah tak bisa dikendalikan lagi. Perubahan inilah yang bisa memicu munculnya sel kanker. Penyakit ini bisa muncul pada bagian tubuh mana pun karena asalnya dari sel dalam tubuh manusia. Hal tersebut menjawab pertanyaan mengapa kanker banyak sekali jenisnya. Berdasarkan laporan dan riset, terdapat lebih dari 200 jenis penyakit kanker yang berbeda.

Kanker merupakan penyebab kematian kedua terbanyak di seluruh dunia. Kanker sering menyebabkan kematian karena umumnya penyakit ini tidak menimbulkan gejala pada awal perkembangannya, sehingga baru terdeteksi dan diobati setelah mencapai stadium lanjut.

Oleh karena itu, lakukanlah pemeriksaan skrining atau cek kesehatan secara berkala, agar kanker dapat terdeteksi secara dini. Untuk mencegah kanker, jalani pola hidup yang sehat, yaitu dengan mengonsumsi makanan bergizi seimbang, rajin berolahraga, tidak merokok, dan tidak minum alkohol.

Jenis Kanker

Berdasarkan jenis sel yang terserang, kanker dapat dibagi menjadi 5 kelompok yaitu:

  • Karsinoma, kanker yang berasal dari jaringan kulit atau jaringan lapisan luar organ dalam. Karsinoma dibagi menjadi beberapa subtipe antara lain adenokarsinoma, kanker sel basal, kanker sel skuamosa, dan kanker sel transisi.
  • Sarkoma, kanker yang berasal dari jaringan ikat seperti jaringan tulang, jaringan tulang rawan, jaringan lemak, jaringan otot, dan jaringan pembuluh darah.
  • Leukemia, kanker yang berasal dari jaringan pembentuk darah seperti sumsum tulang. Kanker jenis ini menyebabkan produksi sel darah secara berlebihan yang akan kemudian dilepaskan ke aliran darah.
  • Limfoma dan Mieloma, kanker yang berasal dari sel-sel pada sistem kekebalan tubuh.
  • Kanker di otak dan sumsum tulang belakang, yaitu kanker yang berasal dari jaringan sistem saraf pusat.

Selain pegelompokan tersebut, kanker juga dibagi sesuai dengan organ tempat asal jaringan kanker berkembang seperti misalnya kanker paru-paru atau kanker payudara.

Penyebab Kanker

Penyebab utama kanker adalah terjadinya perubahan (mutasi) pada gen dalam sel. Terkandung ribuan DNA dalam gen yang memberikan instruksi pada sel agar menjalankan fungsinya pada organ tubuh tempat sel tersebut hidup. Walaupun demikian prosesnya belum tentu selalu sempurna. Saat pembelahan diri pada sel terjadi, terdapat risiko sel baru dari pembelahan tersebut mengandung gen yang rusak atau terjadi penggandaan terlalu banyak. Hal tersebut disebut sebagai mutasi gen, ditandai dengan adanya perubahan struktur pada gen.

Biasanya, mutasi gen baru akan berpotensi menimbulkan kanker jika terjadi lebih dari lima kali dan melibatkan gen yang berbeda. Proses ini bisa berlangsung hingga bertahun-tahun sampai sel-sel tersebut membelah diri dan membentuk sel kanker yang cukup besar. Barulah gejala-gejalanya mulai muncul dan sel-sel kanker tampak ketika tubuh diperiksa. Namun pada anak-anak, kerusakan gen sudah terjadi sejak dalam kandungan atau sejak lahir.

Faktor yang dapat memicu pertumbuhan sel kanker berbeda-beda, tergantung pada jenis kankernya. Meskipun demikian, tidak ada jenis kanker yang spesifik hanya dipicu oleh 1 faktor.

Faktor Pemicu Kanker

Faktor yang diduga berisiko menyebabkan mutasi genetik pada sel normal dan kegagalan tubuh untuk memperbaikinya antara lain:

  • Memiliki riwayat penyakit kanker dalam
  • Berusia di atas 65 tahun.
  • Merokok.
  • Terpapar radiasi, zat kimia (misalnya asbes atau benzene), atau sinar matahari.
  • Terinfeksi virus, seperti hepatitis B, hepatitis C, dan HPV.
  • Terpapar hormon dalam kadar tinggi atau jangka panjang.
  • Mengalami obesitas.
  • Kurang banyak bergerak dan tidak rutin ber
  • Menderita penyakit yang menyebabkan inflamasi kronis (peradangan jangka panjang), misalnya kolitis ulseratif.
  • Menurunnya sistem kekebalan tubuh, misalnya akibat menderita HIV/AIDS.

Gejala Kanker

Gejala yang timbul akibat kanker juga bervariasi, tergantung pada jenis kanker dan organ tubuh yang terkena kanker. Beberapa gejala yang sering dialami penderita kanker adalah:

  • Muncul benjolan.
  • Nyeri di salah satu bagian tubuh.
  • Pucat, lemas, dan cepat lelah.
  • Penurunan berat badan secara drastis.
  • Gangguan buang air besar atau buang air
  • Batuk kronis.
  • Demam yang terus berulang.
  • Memar dan mengalami perdarahan secara spontan.

Diagnosis dan Stadium Kanker

Dianosis penyakit kanker seharusnya dilakukan secepatnya agar penanganan bisa dilakukan. Hal ini tentu saja agar peluang sembuh pengidap lebih tinggi terutama pada stadium awal. Selain itu, terdapat satu atau lebih pendekatan yang bisa digunakan dokter dalam mendiagnosis penyakit ini. Diagnosis yang dapat dilakukan seperti pemeriksaan fisik, tes darah (laboratorium), tes MRI, USG, rontgen, dan CT scan (sebagai tes pencitraan) dan juga biopsi.

Untuk mendiagnosis kanker, dokter akan menanyakan gejala yang dialami pasien dan melakukan pemeriksaan fisik. Setelah itu, ada beberapa tes tambahan yang akan dilakukan dokter untuk memastikan diagnosa kanker, yaitu:

  • Tes laboratorium
    Tes laboratorium, seperti pemeriksaan darah dan urine, dapat dilakukan untuk memeriksa kelainan di dalam tubuh.
  • Tes pencitraan
    Tes ini dapat berupa pemeriksaan Rontgen, USG, CT scan, MRI, atau PET scan, untuk melihat kondisi organ yang bermasalah.
  • Biopsi
    Pada prosedur ini, dokter akan mengambil sampel jaringan tubuh pasien yang diduga mengalami kanker. Biopsi merupakan pemeriksaan yang paling akurat untuk menentukan apakah seseorang terkena kanker atau tidak.

Berdasarkan hasil pemeriksaan di atas, dokter akan menentukan tingkatan (stadium) kanker. Secara umum, tingkatan kanker dibagi menjadi stadium 1, 2, 3, dan 4. Makin tinggi stadium kanker, gejala penyakitnya akan makin parah dan kemungkinannya untuk sembuh makin kecil.

Tinggi rendahnya stadium kanker ditentukan berdasarkan ukuran kanker, ada tidaknya penyebaran kanker ke kelenjar getah bening di sekitarnya, dan seberapa jauh penyebaran kanker ke organ lain.

Stadium Kanker

Setelah dilakukan tes-tes tersebut dan pasien dipastikan menderita kanker, akan ditentukan tingkatan (stadium) kanker. Secara umum, pembagian stadium kanker adalah sebagai berikut:

  • Stadium 1. Menandakan bahwa kanker berukuran kecil dan masih tetap ada di dalam organ tempat kanker bermula.
  • Stadium 2. Menandakan bahwa kanker belum menyebar ke jaringan di sekitarnya, namun ukuran kanker sudah lebih besar dari stadium 1. Pada beberapa jenis kanker, stadium 2 berarti sel kanker sudah menyebar ke kelenjar getah bening yang paling dekat dengan organ kanker.
  • Stadium 3. Ukuran kanker sudah lebih besar dari stadium 2 dan sel kanker sudah mulai menyebar ke jaringan atau organ lain, serta ke kelenjar getah bening di sekitar kanker.
  • Stadium 4. Menandakan bahwa kanker sudah menyebar ke organ atau jaringan lain.

Tingkatan Stadium Kanker

Selain sistem tingkatan stadium, dikenal pula dengan sistem tingkatan TNM yang rinciannya adalah sebagai berikut:

  • T (Tumor). Menggambarkan ukuran kanker dan penyebaran kanker ke jaringan sekitar. Untuk menggambarkan ukuran kanker digunakan nomor 1, 2, 3, 4, dengan nomor 1 yang menandakan ukuran terkecil dan 4 yang paling besar.
  • N (Nodus). Menggambarkan penyebaran kanker ke kelenjar getah bening (nodus limfa) di sekitar kanker. Untuk menggambarkan penyebaran kanker digunakan nomor 0, 1, 2, 3 dengan 0 menandakan kanker belum menyebar ke nodus limfa dan 3 menandakan sudah banyak nodus limfa yang terkena kanker.
  • M (Metastasis). Menggambarkan penyebaran kanker ke organ lain. Angka 0 menandakan kanker belum menyebar ke organ lain dan angka 1 menandakan kanker sudah menyebar ke organ lain.

Dalam kasus kanker yang terdiagnosis di stadium awal, dapat ditemukan suatu kondisi berupa kumpulan sel yang abnormal di dalam tubuh. Kumpulan sel tesebut dapat berkembang menjadi kanker di waktu yang akan datang, namun terlalu kecil untuk membentuk suatu tumor. Kondisi ini dinamakan displasia atau karsinoma in situ yang dalam pembagian tingkatan kanker disebut kanker stadium 0.

Beberapa menyebut kondisi ini sebagai kanker non-invasif. Karsinoma in situ umumnya sulit terdeteksi dikarenakan ukurannya yang sangat kecil, kecuali di tempat yang mudah terlihat (misalnya di kulit). Beberapa jenis pemeriksaan skrining juga dapat mendeteksi karsinoma in situpada payudara atau leher rahim.

Penentuan tingkat keganasan dan penyebaran kanker merupakan bagian yang sangat penting di dalam diagnosis kanker karena akan menentukan jenis pengobatan yang paling efektif untuk pasien.

Pengobatan Kanker

Pengobatan pada kanker tergantung dari jenis dan stadium dari penyakit ini, potensi efek samping, jenis kanker, letak kanker serta kondisi kesehatan pasien secara umum, hingga keinginan pasien. Secara umum, berikut ini pengobatan kanker yang paling umum:

Metode pengobatan kanker yang umum digunakan adalah sebagai berikut:

  • Kemoterapi

    Kemoterapi merupakan perawatan yang menggunakan zat kimia dengan intensitas kuat untuk membunuh sel yang bertumbuh cepat pada tubuh. Kemoterapi paling sering digunakan sebagai metode pengobatan kanker, karena sel penyakit ini berkembang lebih cepat dari sel normal dalam tubuh. Obat-obatan kemoterapi dapat digunakan sendiri atau dikombinasikan sebagai obat kanker. Kemoterapi adalah cara yang efektif untuk mengobati banyak jenis penyakit ini, tetapi memiliki risiko efek samping yang juga harus diwaspadai.

  • Operasi

    Prosedur ini dilakukan dengan memotong dan mengangkat jaringan kanker.

  • Radioterapi

    Radioterapi dilakukan dengan menggunakan paparan radiasi untuk membunuh sel-sel kanker. Radioterapi terdiri dua jenis, yaitu radiasi dari mesin yang berada di luar tubuh (radioterapi eksternal) atau radiasi dari alat implan yang dipasang di dalam tubuh (brakiterapi). Metode pengobatan kanker yang mengandalkan radiasi dengan menggunakan gelombang energi tinggi seperti, sinar-X, gama, proton, dan elektron untuk membunuh sel kanker. Walaupun radioterapi merupakan metode pengobatan kanker yang paling umum, tetapi terkadang terapi ini juga dipakai untuk mengobati pasien yang tidak terkena penyakit ini, seperti tumor dan gangguan pada kelenjar tiroid.

  • Transplantasi sumsum tulang

    Lewat prosedur ini, sumsum tulang penderita akan diganti dengan sumsum tulang baru dari donor, agar dapat menghasilkan sel baru yang normal dan bebas kanker.

  • Imunoterapi

    Imunoterapi atau terapi biologis bertujuan untuk mengaktifkan sistem imun penderita untuk melawan kanker.

  • Terapi hormon

    Beberapa jenis kanker, seperti kanker payudara dan kanker prostat, dipicu oleh hormon. Oleh karena itu, dengan menghambat hormon tersebut, pertumbuhan sel kanker dapat dihentikan.

  • Targeted drug therapy

    Terapi ini dilakukan dengan memberikan obat-obatan yang mampu menghambat mutasi genetik pada sel. Metode terapi ini untuk mengobati kanker dengan menggunakan obat-obatan atau bahan kimia lain untuk mengidentifikasi dan menyerang sel kanker secara spesifik tanpa membunuh sel-sel normal. Terapi ini antara lain antibodi monoklonal, penghambat tirosin kinase, dan penghambat cyclin-dependent kinase.

Perlu diketahui bahwa pengobatan kanker di atas dapat menyebabkan berbagai efek samping. Salah satunya adalah berkurangnya jumlah sel darah putih, sehingga tubuh penderita rentan mengalami infeksi.

Pencegahan Kanker

Pada tahun 2014, lebih dari 1,5 juta orang Indonesia meninggal karena penyakit kanker. Di Indonesia, jenis kanker yang menyebabkan kematian terbanyak pada pria adalah kanker paru-paru, sedangkan jenis kanker penyebab kematian terbanyak pada wanita adalah kanker payudara.

Oleh karena itu, Kementrian Kesehatan Republik Indonesia menggalakkan program perilaku CERDIK untuk mencegah kanker. Berikut adalah ini adalah kepanjangan dari CERDIK:

  • Cek kesehatan secara berkala
    Konsultasikan dengan dokter Anda untuk menjalani tes skrining kanker, berdasarkan faktor risiko yang Anda miliki.
  • Enyahkan asap rokok
    Merokok dapat meningkatkan risiko terjadinya berbagai jenis kanker, terutama kanker paru-paru.
  • Rajin aktivitas fisik
    Rutin berolahraga selama setidaknya 30 menit setiap harinya.
  • Diet sehat dengan kalori seimbang
    Perbanyak makan buah-buahan, sayuran, biji-bijian (misalnya gandum), dan makanan yang kaya akan protein.
  • Istirahat yang cukup
    Kurang tidur dapat meningkatkan risiko terkena kanker.
  • Kelola stres
    Stres berlebih dan berkepanjangan dapat menyebabkan munculnya kanker.

Di samping CERDIK, ada beberapa hal lain yang juga perlu Anda lakukan untuk mencegah kanker, yaitu:

  • Hindari paparan sinar matahari berlebih
    Paparan sinar ultraviolet dari matahari dapat meningkatkan risiko terjadinya kanker kulit. Oleh karena itu, gunakanlah pakaian tertutup saat beraktivitas di luar ruangan.
  • Gunakan masker di tempat yang penuh polusi udara
    Asap kendaraan bermotor, asap pabrik, asap pembakaran sampah, asap rokok, serta debu asbes dapat menyebabkan kanker.
  • Hentikan konsumsi alkohol
    Jika Anda gemar mengonsumsi alkohol, mulailah untuk menghentikan kebiasaan tersebut, sebab alkohol dapat memicu kanker.
  • Lakukan vaksinasi
    Terdapat dua jenis kanker yang dapat dicegah dengan vaksinasi, yaitu kanker hati melalui vaksin hepatitis B dan kanker serviks dengan vaksin HPV.

Kapan harus ke dokter

Orang yang berisiko terkena kanker perlu menjalani skrining dan pemeriksaan rutin. Contoh: seorang perokok yang anggota keluarganya pernah terkena kanker, seseorang yang sering ganti pasangan seksual tanpa menggunakan kondom.

Mengalami gejala kanker, seperti munculnya benjolan di tubuh, penurunan berat badan secara drastis, batuk kronis. Deteksi dini kanker dapat meningkatkan keberhasilan pengobatan.

Penderita kanker perlu menjalani pengobatan dari dokter onkologi. Selanjutnya, akan dilakukan pemeriksaan rutin untuk melihat apakah pengobatan yang diberikan efektif.

Pasien sudah membaik dan kanker dinyatakan sembuh, pasien masih tetap perlu pemeriksaan secara berkala. Memastikan bahwa kankernya tidak kambuh.

Penderita yang kankernya tidak bisa disembuhkan, memberikan pengobatan untuk memperlambat perkembangan kanker dan mengurangi keluhan yang dialami penderita, dinamakan pengobatan paliatif.

Catatan situs:

  • Mohon dukungannya dengan share dan web bookmark (kode: ctrl + d) website kami .
  • Jangan lupa untuk like halaman facebook kami fb.com/analisis.id.
  • Jika ada gambar, link, dan ataupun file rusak silakan kirim pesan pada kolom komentar, kami akan segera membalasnya.
  • Sekilas tentang kami.