KEUNTUNGAN DAN KERUGIAN PEMAKAIAN AEROSOL

Aerosol merupakan istilah yang digunakan untuk sediaan semprotan kabut tipis dari sistem bertekanan tinggi. Sering disalah artikan pada semua jenis sediaan bertekanan, sebagian diantaranya melepaskan busa atau cairan setengah padat.

Pengertian menurut farmakope III, aerosol adalah sediaan yang mengandung satu atau lebih zat berkhasiat dalam wadah yang diberi tekanan, berisi propelan atau campuran propelan yang cukup untuk memancarkan isinya hingga habis, dapat digunakan untuk obat luar atau obat dalam dengan menggunakan propelan yang cukup.

Keuntungan pemakaian aerosol

Beberapa keistimewaan aerosol farmasi yang dianggap menguntungkan lebih dari bentuk sediaan lain adalah sebagai berikut:

  • Sebagian obat dapat dengan mudah diambil dari wadah tanpa sisanya menjadi tercemar atau terpapar.
  • Berdasarkan pada wadah aerosol yang kedap udara, maka zat obat terlindung dari pengaruh yang tidak diinginkan akibat O2 dan kelembapan udara.
  • Pengobatan topikal dapat diberikan secara merata, melapisi kulit tanpa menyentuh daerah yang diobati.
  • Dengan formula yang tepat dan pengontrolan katup, bentuk fisik dan ukuran partikel produk yang dipancarkan dapat diatur yang mungkin mempunyai andil dalam efektivitas obat; contohnya, kabut halus yang terkendali dari aerosol inhalasi.
  • Penggunaan aerosol merupakan proses yang “bersih,” sedikit tidak memerlukan “pencucian” oleh pemakainya.
  • Mudah digunakan dan sedikit kontak dengan tangan
  • Bahaya kontaminasi tidak ada karena wadah kedap udara
  • Iritasi yang disebabkan oleh pemakaian topikal dapat dikurangi
  • Takaran yang dikehendaki dapat diatur
  • Bentuk semprotan dapat diatur
  • Langsung ketarget pengobatan
  • Lebih efektif untuk mencapai konsentrasi tinggi

Kerugian pemakaian aerosol

Kerugian bentuk sediaan aerosol :

  • MDI (Metered Dose Inhalers) biasanya mengandung bahan obat terdispersi dan masalah yang sering timbul berkaitan dengan stabilitas fisiknya.
  • Seringnya obat menjadi kurang efektif.
  • Efikasi klinik biasanya tergantung pada kemampuan pasien menggunakan MDI (Metered Dose Inhalers) dengan baik dan benar.
  • Sulit bagi beberapa orang untuk berkoordinasi, terutama anak kecil, cacat mental, dan orang usia tua (lansia).
  • Ukuran relatif kecil, mudah dibawa, dan relatif mudah hilang. Oleh karena itu terkadang sulit untuk ditemukan pada saat dibutuhkan secara mendadak (misal: saat terjadi perburukan serangan asma).
  • Membutuhkan aliran inspirasi tertentu untuk menggerakkan obat-obatan, membuat kurang ideal pada saat perburukan gejala (seperti pada asma atau PPOK).

Baca juga:

Referensi:

Departemen Kesehatan RI.1995. Farmakope Indonesia Edisi IV. Direktorat Jendral Pengawasan Obat dan Makanan. Jakarta.

Departemen Kesehatan RI.1995. Farmakope Indonesia Edisi III. Direktorat Jendral Pengawasan Obat dan Makanan. Jakarta.

NN. 2013. Asthma and COPD: How to Use a Nebulizer. Intermountain Healthcare

Nunn, AJ, Gregg I. 1989. New regression equations for predicting peak expiratory flow in adults. Br. Med. J.

Losensia, Amelia. Suryadinata, Rivan V . 2018. Panduan Lengkap Menggunakan Macam-Macam Alat Inhaler. Surabaya Riset

Kesehatan Dasar (RISKESDAS). 2013. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI. Jakarta

Diperbaharui : Selasa, 7 Juli 2020

Catatan situs:

  • Mohon dukungannya dengan share dan web bookmark (kode: ctrl + d) website kami .
  • Jangan lupa untuk like halaman facebook kami fb.com/analisis.id.
  • Jika ada gambar, link, dan ataupun file rusak silakan kirim pesan pada kolom komentar, kami akan segera membalasnya.
  • Sekilas tentang kami.