ANALISIS.ID

KLASIFIKASI ASAM AMINO

Asam amino adalah senyawa organik yang memiliki gugus fungsional karboksil (-COOH) dan amina (-NH2). Gugus karboksil memberikan sifat asam dan gugus amina memberikan sifat basa. Dalam bentuk larutan, asam amino bersifat amfoterik (cenderung menjadi asam pada larutan basa dan menjadi basa pada larutan asam). Perilaku ini terjadi karena asam amino mampu menjadi zwitter-ion. Asam amino termasuk golongan senyawa yang paling banyak dipelajari karena salah satu fungsinya sangat penting dalam organisme, yaitu sebagai penyusun protein.

Dari sekitar 80 jenis asam amino yang ditemukan di alam, tubuh manusia hanya membutuhkan seperempatnya untuk menjalankan ratusan fungsi dalam tubuh. Mulai dari memastikan bahwa pembelahan sel terjadi dengan sempurna, fungsi-fungsi metabolisme, memelihara daya ingat, pertumbuhan hingga penyembuhan. Ini terutama tergantung pada terpenuhinya kebutuhan asam amino secara seimbang.

KLASIFIKASI ASAM AMINO

Terdapat 2 jenis asam amino berdasarkan kemampuan tubuh dalam sintesisnya, yaitu asam amino esensial dan asam amino non esensial. Asam amino esensial adalah asam amino yang tidak dapat disintesis didalam tubuh, tetapi diperoleh dari luar misalnya melalui makanan( lisin, leusin, isoleusin, treonin, metionin, valin, fenilalanin, histidin, dan arginin). Asam amino non esensial adalah asam amino yang dapat disintesis didalam tubuh melalui perombakan senyawa lain.

Klasifikasi asam amino dapat dilakukan berdasarkan rantai samping (gugus –R) dan sifat kelarutannya didalam air. Berdasarkan kelarutan didalam air dibagi atas asam amino hidrofobik dan hidrofilik (klasifikasi dapat dilihat pada bagian struktur asam amino).

Berdasarkan rantai sampingnya dapat diklasifikasikan sebagai berikut :

  1. Dengan rantai samping alifatik (asam amino non polar) : Glisin, Alanin, Valin, Leusin, Isoleusin.
  2. Dengan rantai samping yang mengandung gugus hidroksil (OH), (asam amino polar) : Serin, Treonin, Tirosin.
  3. Dengan rantai samping yang mengandung atom sulfur (asam amino polar) : Sistein dan metionin.
  4. Dengan rantai samping yang mengandung gugus asam atau amidanya (gugus R bermuatan negative) : Asam aspartat, Aspargin, Asam glutamate, Glutamin.
  5. Dengan rantai samping yang mengandung gugus basa (gugus R bermuatan positif): Arginin, lisin, Histidin
  6. Yang mengandung cincin aromatic : Histidin, Fenilalanin, Tirosin, Triptofan.
  7. Asam imino : Prolin.

Berdasarkan sifatnya dapat diklasifikasikan sebagai berikut :

  • Asam amino yang bersifat hidrofobik :
  1. ALANIN
  2. ISOLEUSIN
  3. LEUSIN
  4. METIONIN
  5. FENILALANIN
  6. PROLIN
  7. TRIPTOFAN
  8. TIROSIN
  9. VALIN
  • Asam amino yang bersifat hidrofilik :
  1. ARGININ
  2. ASPARGIN
  3. ASAM ASPARTAT
  4. SISTEIN
  5. ASAM GLUTAMAT
  6. GLUTAMIN
  7. GLISIN
  8. HISTIDIN
  9. LISIN
  10. SERIN
  11. TREONIN

Silakan hubungi kami jika ada kesalahan pada teks atau link pada konten website atau blog kamisecepat mungkin kami akan memperbaikinya. Karena kritik dan saran anda sangat membantu untuk perkembangan website kami menjadi lebih baik lagi. Anda juga bisa mengirim permintaan bidang/kategori yang belum tersedia dan mengisi form pada menu Hubungi kami feedback tersebut akan kami tampung dahulu, permintaan terbanyak akan kami segera kami tindaklanjuti. Terima kasih sudah berkunjung di website kami analisis.id.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

five × 5 =