METABOLISME PROTEIN DAN ASAM AMINO

Asam amino adalah senyawa organik yang memiliki gugus fungsional karboksil (-COOH) dan amina (-NH2). Gugus karboksil memberikan sifat asam dan gugus amina memberikan sifat basa. Dalam bentuk larutan, asam amino bersifat amfoterik (cenderung menjadi asam pada larutan basa dan menjadi basa pada larutan asam). Perilaku ini terjadi karena asam amino mampu menjadi zwitter-ion. Asam amino termasuk golongan senyawa yang paling banyak dipelajari karena salah satu fungsinya sangat penting dalam organisme, yaitu sebagai penyusun protein.

Dari sekitar 80 jenis asam amino yang ditemukan di alam, tubuh manusia hanya membutuhkan seperempatnya untuk menjalankan ratusan fungsi dalam tubuh. Mulai dari memastikan bahwa pembelahan sel terjadi dengan sempurna, fungsi-fungsi metabolisme, memelihara daya ingat, pertumbuhan hingga penyembuhan. Ini terutama tergantung pada terpenuhinya kebutuhan asam amino secara seimbang.

PENGURAIAN PROTEIN DALAM TUBUH

Protein yang terdapat dalam makanan kita dicernakan dalam lambung dan usus menjadi asam-asam amino, yang diabsorbsi dan dibawa oleh darah ke hati. Sebagai asam amino diambil oleh hati, sebagaian lagi diedarkan kedalam jaringan-jaringan diluar hati. Protein dalam sel-sel tubuh dibentuk dari asam amino. Asam amino yang dibuat dalam hati, maupun yang dihasilkan dari proses katabolisme protein dalam hati, dibawa oleh darah ke dalam jaringan untuk digunakan. Banyaknya asam amino dalam darah tergantung pada keseimbangan antara pembentukan asam amino dan penggunaannya.

Asam amino yang dibuat dalam hati, maupun yang dihasilkan dari  proses katabolisme protein dalam hati, dibawa oleh darah ke dalam jaringan untuk digunakan. Proses anabolic maupun katabolik juga terjadi dalam jaringan di luar hati. Asam amino terdapat dalam darah berasal dari tiga sumber yaitu absorbsi melalui dinding usus, hasil penguraian proein dalam sel dan hasil sintesis asam amino dalam sel.

Mekanisme

Ada tiga kemungkinan mekanisme pengubahan protein yaitu :

  1. Sel-sel mati, lalu komponennya mengalami proses penguraian atau katabolisme dan dibentuk sel-sel baru.
  2. Masing-masing protein mengalami proses penguraian dan terjadi sintesis protein baru tanpa ada sel yang mati.
  3. Protein dikeluarkan dari dalam sel diganti dengan sintesis protein baru.

Potein dalam makanan diperlukan untuk menyediakan asam amino yang akan digunakan untuk memproduksi senyawa nitrogen yang lain, untuk mengganti nitrogen yang telah dikeluarkan dari tubuh dalam bentuk urea. Ada beberapa asam amino yang dibutuhkan oleh tubuh, tetapi tidak dapat diproduksi oleh tubuh dalam jumlah yang memadai. Oleh karena itu asam amino tersebut, yang dinamakan asam amino esensial, harus diperoleh dari makanan.

Asam-asam amino esensial yang dibutuhkan oleh manusia ialah sebagai berikut :

HistidinIsoleusin
LeusinLisin
MetioninArginin
FenilalaninTreonin
TriptofanValin

Kebutuhan akan asam amino esensial tersebut bagi anak-anak relatif lebih besar dari pada orang dewasa. Makanan yang mengandung protein hewani, misalnya daging, susu, keju, telur, ikan, dan lain-lain, merupakan sumber asam amino esensial. Protein nabati seringkali kekurangan lisin, metionin dan triptofan. Kebutuhan proein yang disnjurkan ialah 1 sampai 1,5 gram per kilogram berat badan per hari.

Gambar : Bagan Metabolisme Protein

Catatan situs:

  • Mohon dukungannya dengan share dan web bookmark (kode: ctrl + d) website kami .
  • Jangan lupa untuk like halaman facebook kami fb.com/analisis.id.
  • Jika ada gambar, link, dan ataupun file rusak silakan kirim pesan pada kolom komentar, kami akan segera membalasnya.
  • Sekilas tentang kami.