Gejala penyakit asam urat umumnya berupa nyeri sendi mendadak dalam waktu singkat (akut), kemudian hilang dalam beberapa hari, dan muncul lagi setelah 6 atau 12 bulan. Dalam beberapa kasus, penderita penyakit asam urat mengalami gejala kronis, akibat serangan asam urat berulang yang terjadi dalam kurun waktu yang lama.

Pada asam urat akut, nyeri hanya terjadi pada satu atau beberapa sendi, seperti di jempol kaki, lutut, atau pergelangan kaki. Gejala akan terasa parah selama 2 hari pertama, dan bisa berlangsung hingga 10 hari. Umumnya penderita akan merasakan nyeri hebat yang muncul mendadak saat malam hari. Selain itu, sendi yang terasa nyeri akan terlihat merah, bengkak, dan akan sangat sakit meski hanya tersentuh sedikit. Beberapa penderita asam urat akut juga mengalami demam selama nyeri menyerang.

Sedangkan pada asam urat kronis, gejala yang muncul adalah nyeri disertai radang sendi yang terjadi berulang, dan bisa mengakibatkan kerusakan sendi permanen, di mana sendi tidak bisa bergerak normal. Selain di ibu jari kaki, nyeri juga terjadi pada banyak sendi di tubuh, seperti siku, jari dan pergelangan tangan, serta tumit.

Penyebab

Purin adalah zat yang secara alami dihasilkan tubuh, tapi juga terdapat di beberapa jenis makanan. Untuk mengurai zat purin, tubuh akan secara alami menghasilkan asam urat. Sebagian besar asam urat dibuang melalui urine, dan sebagian lainnya dibuang melalui feses.

Pada penderita penyakit asam urat, kadar asam urat dalam tubuh melebihi batas normal. Kondisi ini bisa terjadi bila tubuh menghasilkan terlalu banyak asam urat, atau tubuh sulit membuang kelebihan asam urat. 

Bila berlangsung dalam waktu lama, asam urat yang menumpuk dalam tubuh dapat membentuk semacam kristal tajam di sendi, sehingga menimbulkan nyeri, radang, bahkan pembengkakan.

Faktor Risiko

Penyakit asam urat lebih sering menimpa pria, terutama dalam rentang usia 30-50. Meski demikian, wanita juga dapat mengalami penyakit ini, terutama setelah masa menopause.

Beberapa faktor lain yang dapat memicu naiknya kadar asam urat dalam darah adalah:

  • Memiliki keluarga yang juga menderita penyakit asam urat.
  • Baru saja mengalami cedera atau menjalani operasi.
  • Mengonsumsi makanan dengan kandungan purin tinggi, seperti daging merah, jeroan hewan, dan beberapa jenis hidangan laut (misalnya teri, sarden, kerang, atau tuna).
  • Mengonsumsi minuman beralkohol dan minuman tinggi gula.
  • Menggunakan obat, seperti diuretik, aspirin, ciclosporin, dan beberapa obat kemoterapi.
  • Memiliki kondisi medis tertentu, seperti diabetes, sindrom metabolik, penyakit jantung, penyakit ginjal, penyakit tiroid, kolesterol tinggi, leukemia, anemia, sleep apnea, hipertensi, dan obesitas.

Diagnosis

Untuk memperoleh diagnosis penyakit asam urat, akan terlebih dahulu ditanyakan riwayat penyakit pasien, dan seberapa sering gejala muncul, serta melihat lokasi sendi yang sakit. Setelah itu, pemeriksaan lanjutan akan dilakukan untuk memastikan adanya kristal pemicu nyeri pada persendian, seperti:

  • Tes darah. Tes darah dilakukan untuk mengukur kadar asam urat dan kreatinin dalam darah. Seseorang dengan kadar asam urat dalam darah hingga 7 mg/dL, dinilai sudah menderita penyakit asam urat. Namun demikian, tes ini tidak selalu dapat memastikan penyakit asam urat. Beberapa orang diketahui memiliki kadar asam urat tinggi, namun tidak menderita penyakit asam urat. Sebaliknya, ada orang yang memiliki gejala dan tanda penyakit asam urat meski kadar asam urat dalam darah normal.
  • Tes urine 24 jam. Prosedur ini dilakukan dengan memeriksa kadar asam urat dalam urine yang dikeluarkan pasien selama 24 jam.
  • Tes cairan sendi. Prosedur ini mengambil cairan sinovial pada sendi yang sakit, untuk diperiksa di bawah mikroskop.
  • Pencitraan. Pemeriksaan foto Rontgen dapat dilakukan untuk mengetahui penyebab radang pada sendi. Sedangkan USG dapat mendeteksi kristal asam urat pada sendi dan tofi (benjolan).
  • Dual energy CT scan. Pemeriksaan ini dapat mendeteksi kristal asam urat di sendi meski tidak terjadi peradangan.
  • Biopsi sinovial. Prosedur ini mengambil sebagian kecil jaringan (membran sinovial) di sekitar sendi yang terasa sakit, untuk diperiksa di bawah mikroskop. 

Pengobatan

Penanganan penyakit asam urat adalah dengan pemberian obat-obatan, untuk meringankan gejalanya dan mencegah penyakit kambuh kembali. Jenis obat yang biasanya diresepkan untuk menangani penyakit asam urat adalah colchicine dan obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS). Pada pasien yang tidak bisa mengonsumsi kedua obat tersebut, akan meresepkan kortikosteoid.

Pada pasien yang mengalami beberapa kali serangan asam urat dalam setahun, atau mengalami nyeri hebat akibat penyakit ini, akan meresepkan obat lain untuk mencegah komplikasi. Jenis obat yang digunakan pada kasus di atas adalah allopurinol. Obat ini bekerja dengan menghambat produksi asam urat di tubuh. Jenis obat lain yang juga dapat diberikan adalah obat untuk meningkatkan pembuangan asam urat berlebih dari tubuh seperti probenecid.

Untuk mencegah serangan asam urat kembali terjadi, pasien akan disarankan untuk menghindari makanan berkadar purin tinggi, dan mengurangi minuman tinggi gula serta minuman beralkohol. Pasien juga akan dianjurkan untuk memenuhi asupan protein dengan mengonsumsi susu rendah lemak, serta rutin berolahraga untuk mencapai dan menjaga berat badan ideal.

Komplikasi

Penderita penyakit asam urat harus mewaspadai komplikasi yang mungkin timbul dari penyakit ini, di antaranya:

  • Munculnya benjolan keras (tofi). Tofi terbentuk akibat penumpukan kristal asam urat di bawah kulit, dan dapat muncul di beberapa area tubuh, seperti jari, tangan, siku, kaki, dan di sekitar mata kaki. Meski tidak menimbulkan rasa sakit, tofi bisa membengkak dan mengeras saat serangan asam urat terjadi.
  • Asam urat kambuh. Pada sejumlah kasus, serangan asam urat bisa terjadi beberapa kali dalam setahun. Bila dibiarkan tidak tertangani, kondisi tersebut dapat menyebabkan pengeroposan dan kerusakan pada sendi.
  • Penyakit batu ginjal. Kristal asam urat bisa menumpuk di saluran kemih, dan menyebabkan batu ginjal.

Silakan hubungi kami jika ada kesalahan pada teks atau link pada konten website kami, secepat mungkin kami akan memperbaikinya. Karena kritik dan saran anda sangat membantu untuk perkembangan website kami menjadi lebih baik lagi. Anda juga bisa mengirim permintaan bidang/kategori yang belum tersedia dan mengisi form pada menu Hubungi kami feedback tersebut akan kami tampung dahulu, permintaan terbanyak akan kami segera kami tindaklanjuti. Terima kasih sudah berkunjung di website kami analisis.id.